Back to portfolio
15 Oktober 20263 menit baca

Cara Memilih Software Engineer: 4 Hal Sebelum Sepakat

Pilih software engineer yang sesuai kebutuhan bisnis melalui empat pemeriksaan praktis sebelum menyepakati proyek website atau aplikasi mobile.

cara memilih software engineersoftware engineer Indonesiajasa pembuatan websitejasa pembuatan aplikasi mobileAndroid Developer Indonesiajasa pembuatan aplikasi iOSdeveloper website profesionalpengembangan produk digital
mobile app phone untuk artikel blog Naufal Prakoso

1. Periksa Kemampuannya Memahami Kebutuhan Bisnis

Cara memilih software engineer dimulai dengan memperjelas masalah bisnis yang ingin Anda selesaikan. Misalnya, UMKM yang menerima pesanan melalui chat mungkin membutuhkan katalog dan pencatatan pesanan yang mudah digunakan. Founder yang sedang menguji ide produk bisa memiliki prioritas berbeda, seperti memastikan calon pengguna mau mencoba layanan. Saat berdiskusi dengan kandidat, perhatikan apakah ia menggali alur kerja, pengguna, dan kendala operasional sebelum mengusulkan fitur.

Siapkan brief sederhana berisi tujuan produk, fitur wajib, kisaran anggaran, dan target peluncuran. Tambahkan ukuran keberhasilan yang bisa diperiksa, misalnya pelanggan dapat mengirim permintaan penawaran dan admin dapat melihatnya melalui dashboard. Minta engineer menjelaskan fitur yang perlu masuk versi pertama beserta alasannya. Dari percakapan ini, Anda bisa menilai kemampuannya menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi pekerjaan yang jelas.

2. Telusuri Portofolio dan Peran yang Benar-Benar Dikerjakan

Saat membandingkan penyedia jasa pembuatan website, minta contoh produk yang dapat Anda coba atau demo yang boleh dibagikan. Buka melalui ponsel, periksa navigasi, dan coba alur utamanya. Setelah itu, tanyakan bagian yang dikerjakan kandidat: antarmuka, pengelolaan data, integrasi, atau peluncuran. Penjelasan tentang kontribusi dan kendala proyek membantu Anda memahami pengalaman di balik tampilan portofolio.

Untuk jasa pembuatan aplikasi mobile, cari pengalaman yang berkaitan dengan kebutuhan aplikasi Anda. Proyek Android berbasis Kotlin, misalnya, perlu ditinjau sesuai fitur dan perangkat sasaran. Pada proyek iOS development, tanyakan pengalaman pengujian perangkat serta proses pengajuan aplikasi ke App Store. Jika hasil proyek terikat kerahasiaan, minta kandidat menjelaskan pendekatan dan tanggung jawabnya tanpa membagikan informasi milik klien.

3. Minta Penjelasan tentang Teknologi dan Pengujian

Minta kandidat menjelaskan alasan pemilihan teknologi dengan bahasa yang Anda pahami. Jika ia mengusulkan Next.js untuk website atau Firebase untuk layanan backend, tanyakan kecocokannya dengan fitur, perkiraan biaya penggunaan, dan kebutuhan pemeliharaan. Pertimbangkan juga siapa yang akan mengelola produk setelah peluncuran. [Panduan pemilihan teknologi GOV.UK](https://www.gov.uk/service-manual/service-standard/point-11-choose-the-right-tools-and-technology) menekankan biaya kepemilikan total dan kemampuan mengubah pilihan teknologi di kemudian hari.

Bahas cara engineer menguji alur penting, seperti login, penyimpanan pesanan, dan pembatasan akses admin. Untuk produk yang menyimpan data pelanggan, minta penjelasan tentang pengaturan akses, pencadangan, serta penanganan masalah keamanan. [Kerangka pengembangan perangkat lunak aman NIST](https://www.nist.gov/publications/secure-software-development-framework-ssdf-version-11-recommendations-mitigating-risk) merekomendasikan praktik keamanan sebagai bagian dari proses pengembangan. Gunakan pembahasan ini untuk menilai apakah kandidat dapat menjelaskan langkah konkret dan batas perlindungannya.

4. Sepakati Biaya, Cara Kerja, dan Serah Terima

Sebelum menyepakati proyek, minta proposal yang merinci hasil pekerjaan, jadwal bertahap, biaya, dan batas revisi. Periksa apakah penawaran mencakup desain, pengembangan, pengujian, serta peluncuran. Tanyakan biaya berulang seperti hosting dan layanan pihak ketiga, berikut mekanisme persetujuan ketika kebutuhan berubah. Sepakati jadwal demo agar Anda bisa memeriksa kemajuan dan memberikan masukan selama pengembangan. Kaitkan pembayaran bertahap dengan hasil pekerjaan yang dapat ditinjau bersama.

Pastikan kesepakatan menjelaskan kepemilikan kode sumber, akses repository, akun layanan, dokumentasi, dan dukungan setelah peluncuran. Perjelas masa perbaikan bug serta perbedaannya dengan penambahan fitur. Untuk membahas kebutuhan website atau aplikasi mobile bersama Naufal Prakoso, software engineer di Indonesia dengan fokus pengembangan web dan mobile, siapkan ringkasan masalah bisnis dan fitur prioritas Anda. Gunakan empat pemeriksaan di atas sebagai bahan diskusi agar Anda dapat menilai kecocokan kerja sama sebelum menentukan lingkup proyek.

Build with this thinking

Need a website or mobile app that turns ideas into shipped product?

Explore focused service paths or review shipped works before starting a project brief.

Related posts