Back to portfolio
12 Oktober 20263 menit baca

Website Sudah Bagus, Client Belum Datang? Benahi Landing Page Bisnis Anda

Landing page yang efektif membantu calon client memahami penawaran, menilai kredibilitas bisnis, dan mengambil langkah untuk menghubungi Anda.

landing page bisniscara membuat landing pagelanding page yang efektifjasa pembuatan websitewebsite bisnis profesionalwebsite untuk UMKMjasa pembuatan landing page
startup business people laptop untuk artikel blog Naufal Prakoso

1. Buat Penawaran yang Langsung Dipahami Calon Client

Calon client datang ke website dengan kebutuhan tertentu. Mereka mungkin mencari website toko, sistem pemesanan, atau aplikasi mobile untuk pelanggan. Bagian pertama landing page bisnis perlu menjawab tiga pertanyaan: apa yang Anda tawarkan, siapa yang Anda bantu, dan manfaat apa yang bisa mereka dapatkan. Judul seperti “Website Pemesanan untuk Bisnis Katering” lebih mudah dipahami daripada “Solusi Digital Terbaik untuk Semua Kebutuhan”. Tambahkan penjelasan singkat yang menghubungkan layanan dengan masalah nyata pelanggan.

Tentukan satu tujuan utama untuk setiap landing page, misalnya mengajak pengunjung mengirim kebutuhan proyek. Jika bisnis menyediakan beberapa layanan, pilih penawaran sesuai sumber kunjungan. Pengunjung dari pencarian jasa pembuatan website sebaiknya langsung menemukan informasi tentang website, contoh pekerjaan, dan cara memulai proyek. Layanan aplikasi mobile tetap bisa diperkenalkan sebagai kebutuhan lanjutan tanpa mengalihkan perhatian dari penawaran utama.

2. Bangun Kepercayaan dengan Bukti dan Proses yang Jelas

Pernyataan “profesional” akan lebih meyakinkan jika disertai bukti yang bisa diperiksa. Tampilkan portfolio relevan dengan penjelasan tentang kebutuhan proyek, kontribusi Anda, dan solusi yang dibangun. Gunakan tangkapan layar atau tautan hasil pekerjaan jika boleh dipublikasikan. Ketika mencantumkan hasil bisnis, pastikan angkanya memiliki dasar. Jika belum tersedia, jelaskan fungsi yang berhasil diselesaikan, seperti formulir permintaan penawaran atau dashboard pengelolaan pesanan.

Calon client juga perlu memahami bagaimana kerja sama berlangsung. Jelaskan tahap diskusi kebutuhan, penentuan lingkup pekerjaan, desain, pengembangan, pengujian, dan serah terima. Sertakan informasi tentang revisi, pemeliharaan, serta faktor yang memengaruhi biaya dan waktu pengerjaan. Untuk portfolio Software Engineer Indonesia seperti Naufal Prakoso, penjelasan tersebut membantu calon client menilai pendekatan kerja sekaligus memahami apa yang perlu disiapkan sebelum proyek dimulai.

3. Permudah Pengunjung Menghubungi Anda dari Ponsel

Landing page yang efektif menyediakan langkah berikutnya yang mudah ditemukan. Gunakan tombol dengan tujuan jelas, seperti “Diskusikan Kebutuhan Website” atau “Minta Estimasi Proyek”. Letakkan tombol setelah penawaran utama dan setelah informasi yang membantu pengunjung mengambil keputusan. Pilih jalur kontak yang memang Anda kelola, baik WhatsApp maupun formulir. Untuk formulir awal, mintalah informasi secukupnya: nama, kontak, dan gambaran kebutuhan proyek.

Periksa pengalaman halaman di ponsel: apakah teks terbaca, tombol mudah disentuh, dan formulir nyaman diisi? Optimalkan ukuran gambar, hindari elemen yang mengganggu, serta pastikan tautan kontak berfungsi. Jika menggunakan WhatsApp, siapkan pesan pembuka agar pengunjung lebih mudah menjelaskan kebutuhan. Jika menggunakan formulir, tampilkan konfirmasi setelah pengiriman berhasil dan jelaskan langkah selanjutnya. Pengalaman yang rapi membuat proses menghubungi bisnis terasa lebih pasti.

4. Ukur Kualitas Pertanyaan Masuk dan Perbaiki Halamannya

Keberhasilan landing page bisnis perlu dilihat dari pertanyaan masuk yang relevan, bukan hanya jumlah kunjungan. Catat sumber pengunjung, klik tombol kontak, pengiriman formulir, dan percakapan yang berkembang menjadi pembahasan proyek. Bedakan klik WhatsApp dengan pesan yang benar-benar diterima agar laporan tidak melebihkan hasil. Jika pengunjung banyak tetapi pertanyaan sedikit, periksa kesesuaian audiens, kejelasan penawaran, bukti pekerjaan, dan kemudahan menghubungi Anda.

Saat merencanakan website bersama Naufal Prakoso, mulai dari tujuan bisnis, target calon client, dan tindakan yang ingin mereka lakukan. Kebutuhan tersebut menjadi dasar untuk membahas desain, konten, dan pilihan teknologi seperti Next.js, termasuk apakah diperlukan integrasi Firebase atau aplikasi mobile. Siapkan contoh website yang Anda sukai dan gambaran proses bisnis Anda. Dengan bahan tersebut, diskusi jasa pembuatan website bisa menghasilkan lingkup pekerjaan yang lebih jelas dan halaman yang siap dievaluasi setelah digunakan.

Build with this thinking

Need a website or mobile app that turns ideas into shipped product?

Explore focused service paths or review shipped works before starting a project brief.

Related posts